200 ribu bisa pake 2 kali, paket prostitusi legenda moroseneng

200 ribu bisa pake 2 kali, paket prostitusi legenda moroseneng

200 ribu bisa pake 2 kali, paket prostitusi legenda moroseneng
peristiwaterkininews.com,

Surabaya,- Janji Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menutup total lokalisasi legendaris Moroseneng di kawasan Sememi Jaya I dan Sememi Jaya II, tampaknya hanya isapan jempol.

Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, roda bisnis esek-esek tersebut masih berputar kencang. Bahkan pekerja seks komersial (PSK) yang dipekerjakan mencapai belasan untuk setiap wisma.

Ironisnya, aktivitas terlarang ini berlangsung di lokasi yang sangat sensitif. Yakni, berdekatan dengan taman baca masyarakat dan rumah padat karya. Kontras tajam antara tempat pengembangan edukasi dengan praktik prostitusi.

“Monggo, Mas, dilihat dulu di dalam. Dari Jakarta atau dari daerah mana Mas,” ucap salah satu penjaga wisma sesaat Memorandum menginjakkan kaki di lokasi, Rabu malam (1/10).

Dari luar, wisma-wisma ini tampak lenggang, menyerupai rumah kosong yang tak berpenghuni. Namun, di balik pintu-pintu tersebut, para PSK siap melayani tamu yang datang silih berganti.

Temuan di lokasi menunjukkan sedikitnya ada 16 wisma yang masih beroperasi. Setiap wisma mempekerjakan antara 7 hingga 14 PSK. Para wanita malam ini bertugas setiap harinya mulai pukul 20.00-04.00.

Untuk menikmati jasa mereka, tarif yang dipatok terbilang ekonomis. Hanya Rp200 ribu untuk satu jam kencan. Hebatnya, tamu diperbolehkan dua kali ‘main’ bersama PSK yang dipilih.

“Kabeh 200 ewu main ping pindo (semua Rp200 ribu main dua kali). Wes ndang dijepek sing endi (sudah buruan dipilih yang mana),” ucap penjaga wisma berperawakan pendek itu.

Ditemui di lokasi, AL, salah satu penjaga wisma menerangkan bahwa prostitusi Moroseneng masih menjadi jujugan pria hidung belang. Menurutnya, hal ini disebabkan harga ekonomis dan anti razia.

AL menegaskan, praktik prostitusi di Moroseneng relatif aman dari razia Satpol PP maupun polisi.

“Kalau ada razia, pasti (pengunjung) dikasih tahu duluan. Jadi aman di sini,” ujar AL.

Ia bahkan membandingkan bahwa Moroseneng menawarkan layanan yang lebih pasti daripada memesan jasa PSK melalui aplikasi daring seperti MiChat, yang kerap dianggap kurang terjamin keamanannya.

Pantauan di lokasi menguatkan bahwa Moroseneng masih memiliki daya tarik. Belasan pengunjung terlihat berdatangan, baik berjalan kaki, menggunakan sepeda motor, maupun mobil.

Di sisi kain, hal ini menandakan bahwa penutupan yang dijanjikan Pemkot Surabaya belum membuahkan hasil nyata di lapangan.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

*) Oleh : Red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *