Rudi Gaol : Vallhalla Spectaclub Dinilai Tidak Bertanggung Jawab Atas Hak Karyawanya

Rudi Gaol : Vallhalla Spectaclub Dinilai Tidak Bertanggung Jawab Atas Hak Karyawanya

Rudi Gaol : Vallhalla Spectaclub Dinilai Tidak Bertanggung Jawab Atas Hak Karyawanya
peristiwaterkininews.com,

Surabaya,– Upaya penyelesaian perselisihan antara eks karyawan dan manajemen Valhalla Spectaclub kembali menemui jalan buntu. Pertemuan ketiga yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Kota Surabaya, Rabu (05/11/2025), berakhir tanpa adanya titik temu.

Padahal, pertemuan tersebut diharapkan menjadi babak akhir penyelesaian sengketa hak-hak ketenagakerjaan yang telah berlarut selama berbulan-bulan.

Dalam pertemuan tersebut,pihak management Valhalla mengatakan bahwa proses negosiasi kompensasi dengan pekerja harus diawali dengan penyesuaian masa kerja terlebih dahulu sebelum membahas nilai kompensasi akhir. Langkah ini dianggap penting agar perhitungan dilakukan berdasarkan data faktual dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kita harus sesuaikan dulu masa kerjanya, setelah itu baru bicara angka,” ujar perwakilan perusahaan dalam pertemuan terbaru bersama pihak pekerja.

Meski demikian, perusahaan menyatakan tetap menerima dan menghargai perhitungan yang telah diajukan oleh pihak pekerja sebagai bahan pertimbangan. Namun, hasil akhir akan tetap disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan serta aturan ketenagakerjaan yang berlaku.

“Kita tetap terima perhitungan dari pihak pekerja, tapi kita akan hitung kembali sesuai kenyataan dan aturan,” tambahnya.

Sejak awal mediasi, pihak perusahaan terkesan berhati-hati bahkan cenderung mengulur waktu dengan alasan verifikasi data masa kerja karyawan. Sikap ini memunculkan kekecewaan dari pihak pekerja yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk penghindaran tanggung jawab.

Pengawas Arek Suroboyo Bergerak (ASB), Rudi Gaol menegaskan bahwa pihaknya telah memenuhi seluruh arahan mediator dengan menyusun dan menyerahkan rumusan angka kompensasi secara tertulis jauh sebelum pertemuan ketiga ini. Namun, pihak perusahaan justru datang tanpa membawa data tertulis, hanya berbekal argumen lisan yang tidak bisa dijadikan dasar negosiasi.

“Kalau kami bisa menyampaikan secara tertulis, seharusnya mereka juga bisa. Kalau begini terus tanpa kejelasan, kami tentu akan menempuh langkah-langkah kami berikutnya,” tegas Rudi Gaol.

Rudi juga menyoroti lemahnya komitmen Valhalla dalam menjalankan etika perundingan. Menurutnya, mediasi semestinya dilakukan dengan dasar data dan tanggung jawab moral, bukan sekadar formalitas agar terlihat kooperatif di depan mediator.

“Kalau datang ke forum resmi tanpa membawa data dan perhitungan konkret, berarti tidak ada keseriusan untuk menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya.

Rudi Gaol juga mengingatkan bahwa persoalan ini bukan sekadar hitung-hitungan angka, tetapi menyangkut tanggung jawab moral perusahaan terhadap orang-orang yang pernah bekerja dan berkontribusi bagi usahanya.

“Harusnya ketika datang, sudah membawa perhitungan konkret, berapa tanggungan, dan sebagainya supaya pembicaraan ini punya arah dan bisa segera selesai,” tegasnya.

Sebagai langkah akhir, ASB melalui Rudi Gaol menyatakan siap menempuh jalur hukum jika perusahaan tetap berlarut-larut.

“Kalau memang tidak ada kejelasan, kami akan melanjutkan perkara ini ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) dan juga melaporkannya ke kepolisian terkait pelanggaran hak-hak karyawan yang sampai saat ini belum terpenuhi,” tegasnya menutup pernyataan.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

*) Oleh : Gatra

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *