Surabaya,-Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh pelajar Surabaya. Anggun Tri Tungga Dewi, siswi kelas 8 SMP KHM Nur, berhasil meraih Juara 3 kategori Seni Tunggal Tangan Kosong Putri Golongan SMP IPSI pada ajang Kejuaraan Piala KONI Kota Surabaya.
Kejuaraan ini mempertemukan puluhan atlet muda dari berbagai sekolah di Surabaya yang berkompetisi menunjukkan kemampuan terbaik dalam seni pencak silat. Anggun tampil percaya diri dan memukau para juri dengan ketepatan jurus serta keluwesan gerakannya di atas gelanggang.
Keberhasilan Anggun tentu tidak datang secara instan. Ia mengaku telah berlatih intensif selama beberapa bulan menjelang kejuaraan, dengan dukungan penuh dari sekolah dan pelatihnya. “Saya berlatih hampir setiap hari setelah pulang sekolah. Kadang lelah, tapi saya ingin memberikan yang terbaik,” ungkap Anggun Tri Tungga Dewi,Kamis (11/12/2025).
Dalam kompetisi yang berlangsung ketat, Anggun berhasil menunjukkan ketenangan dan fokus yang luar biasa. Ia mampu mengatasi rasa gugup dan tampil maksimal hingga akhirnya mengamankan posisi ketiga di antara para peserta terbaik lainnya.
“Saya sangat bersyukur bisa membawa nama sekolah dan orang tua. Ini jadi pengalaman berharga buat saya untuk terus berkembang,” ujarnya dengan senyum bangga.
Selain menjadi momen kemenangan pribadi, prestasi Anggun juga membawa kebanggaan tersendiri bagi SMP KHM Nur. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas semangat dan dedikasi yang ditunjukkan siswinya itu.
Menurut guru pembina ekstrakurikuler pencak silat, Fahril Inaka, keberhasilan Anggun merupakan hasil kerja keras dan disiplin yang konsisten.
“Anggun adalah contoh siswi yang tidak hanya berprestasi, tapi juga rendah hati dan tekun. Kami bangga atas pencapaiannya dan berharap prestasi ini bisa memotivasi siswa lain untuk terus berjuang,” ujar Fahril Inaka
Ke depan, Anggun bertekad untuk terus mengasah kemampuannya agar bisa meraih hasil yang lebih tinggi di tingkat provinsi maupun nasional. “Saya ingin terus belajar dan memperbaiki diri. Mudah-mudahan suatu saat bisa jadi juara pertama dan membawa nama Surabaya di ajang yang lebih besar,” pungkasnya penuh semangat.
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!
