Surabaya, – Matinya seekor sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Osowilangun pada Minggu (14/06/2026) memunculkan sorotan tajam terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi dokter hewan yang bertugas di lokasi tersebut.
Peristiwa ini memantik pertanyaan serius mengenai efektivitas pengawasan kesehatan hewan di fasilitas yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjamin kesehatan dan kelayakan sapi.
Pemilik sapi, Syukron, mengaku telah melihat kondisi sapinya berbeda dibandingkan sapi lainnya sebelum akhirnya mati. Karena khawatir, ia segera melaporkan kondisi tersebut kepada pihak yang berada di lokasi agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Saya sudah menyampaikan bahwa kondisi sapi terlihat tidak normal dan meminta agar segera diperiksa,” ujarnya.
Namun, menurut Syukron, laporan tersebut tidak mendapat respons maupun penanganan yang semestinya. Hingga akhirnya, sapi miliknya dilaporkan mati tanpa adanya tindakan yang jelas dari pihak yang berwenang.
Ironisnya, saat dimintai penjelasan, pihak terkait di RPH justru mengarahkan agar pertanyaan mengenai kondisi sapi ditujukan kepada pihak yang menali dan memberi makan sapi. Sikap tersebut dinilai semakin memunculkan tanda tanya mengenai siapa yang sebenarnya bertanggung jawab terhadap pengawasan kesehatan hewan di lingkungan RPH.
Peristiwa ini pun memunculkan kritik terhadap pelaksanaan tugas dokter hewan. Jika laporan dugaan gangguan kesehatan dari pemilik sapi saja tidak segera ditindaklanjuti, maka publik berhak mempertanyakan sejauh mana fungsi pengawasan kesehatan hewan benar-benar dijalankan.
“Apa gunanya ada dokter pengawas kesehatan hewan di RPH jika laporan mengenai sapi yang diduga mengalami gangguan kesehatan tidak segera diperiksa? Bukankah tugas mereka memastikan kondisi hewan sebelum proses pemotongan?” tegas Syukron.
Ia menilai setiap laporan dari pemilik ternak seharusnya menjadi perhatian serius dan ditindaklanjuti sesuai prosedur, bukan diabaikan hingga berujung pada kematian hewan. Pemeriksaan yang cepat dinilai penting untuk memastikan kesehatan sapi sekaligus memberikan kepastian kepada pemilik.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola RPH Osowilangun maupun dokter hewan yang bertugas mengenai kronologi dan penyebab kematian sapi tersebut. Media masih berupaya memperoleh konfirmasi dan memberikan ruang hak jawab kepada pihak terkait agar pemberitaan tetap berimbang.
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!
