SURABAYA — PT Mahawangsa kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme personel Satuan Pengamanan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis dan Uji Kompetensi Satpam Gada Pratama bersama LSP Satpam ABUJAPI serta BPD ABUJAPI Jawa Timur.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Bimbingan Teknis di Mitra Training Center (MTC). Seluruh peserta memperoleh penguatan materi dari instruktur LSP Satpam ABUJAPI, Adhi Prasetyo, yang mencakup pemahaman skema kompetensi, tahapan asesmen, kesiapan administrasi, pendalaman tugas pokok Satpam, serta simulasi teknis menghadapi proses uji kompetensi.
Setelah mengikuti pembekalan, peserta melanjutkan Uji Kompetensi Gada Pratama di Kantor Sekretariat BPD ABUJAPI Jawa Timur yang berfungsi sebagai Tempat Uji Kompetensi Mandiri LSP Satpam ABUJAPI. Proses asesmen dilaksanakan secara terstruktur melalui verifikasi dokumen, pengujian pengetahuan, wawancara, dan praktik keterampilan kerja.

Seluruh peserta dinyatakan kompeten setelah menyelesaikan tahapan asesmen sesuai standar yang ditetapkan.
Bagi PT Mahawangsa, uji kompetensi tidak ditempatkan sebagai kegiatan administratif atau sekadar proses memperoleh sertifikat. Uji kompetensi merupakan instrumen penting untuk memastikan bahwa setiap personel memiliki pengetahuan, keterampilan, sikap kerja, dan tanggung jawab yang sesuai dengan kebutuhan tugas pengamanan.
Profesionalisme Satpam tidak cukup hanya dibangun melalui seragam, masa kerja, maupun pengalaman lapangan. Profesionalisme harus dapat dibuktikan melalui kemampuan yang terukur dan diuji berdasarkan standar kompetensi.
Melalui proses tersebut, perusahaan dapat memperoleh gambaran yang lebih objektif mengenai kesiapan personel, sekaligus menjadikan hasil asesmen sebagai dasar pembinaan, penyegaran materi, pemetaan kemampuan, dan peningkatan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa.

Pelaksanaan kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan PT Mahawangsa dalam membangun sumber daya manusia pengamanan yang profesional, disiplin, adaptif, dan siap menghadapi perkembangan risiko keamanan.
Mahawangsa memandang bahwa peningkatan kompetensi harus dilakukan secara sistematis, mulai dari proses rekrutmen, pendidikan dasar, pembekalan sebelum penempatan, pelatihan penyegaran, evaluasi kinerja, hingga sertifikasi kompetensi.
Dengan pola pembinaan yang terintegrasi, personel tidak hanya dipersiapkan untuk lulus asesmen, tetapi juga mampu menerapkan kompetensinya secara nyata di lingkungan kerja.

Sinergi antara PT Mahawangsa, LSP Satpam ABUJAPI, dan BPD ABUJAPI Jawa Timur menunjukkan bahwa peningkatan mutu Satpam membutuhkan kolaborasi yang kuat antara badan usaha, lembaga sertifikasi, asosiasi, instruktur, asesor, dan personel di lapangan.
Kolaborasi tersebut memiliki nilai strategis dalam menjaga kredibilitas proses asesmen sekaligus memperkuat kedudukan Satpam sebagai profesi yang memiliki standar, kompetensi, etika, dan tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan serta melindungi aset organisasi.
Melalui kegiatan ini, Mahawangsa ingin mendorong perubahan cara pandang terhadap profesi Satpam. Satpam bukan sekadar pelaksana penjagaan, tetapi bagian penting dari sistem pengamanan yang membutuhkan kemampuan teknis, komunikasi, pelayanan, kewaspadaan, integritas, dan pengambilan keputusan yang tepat.
Pelaksanaan Bimtek dan Uji Kompetensi Gada Pratama ini menjadi langkah nyata untuk mengangkat marwah Satpam melalui kompetensi yang dapat dibuktikan, profesionalisme yang terus dikembangkan, serta pelayanan pengamanan yang semakin berkualitas.
Ke depan, PT Mahawangsa akan terus memperkuat materi Basic Training dan Refresh Training dengan menjadikan unit-unit kompetensi dalam skema uji kompetensi sebagai salah satu acuan pembelajaran. Dengan demikian, personel diharapkan tidak hanya siap pada saat asesmen, tetapi benar-benar memahami dan mampu melaksanakan tugas secara profesional di tempat kerja.
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!
