Asosiasi MBG Indonesia Tekankan Profesionalisme Pengelolaan Dapur dan Standarisasi Gizi

Asosiasi MBG Indonesia Tekankan Profesionalisme Pengelolaan Dapur dan Standarisasi Gizi

Asosiasi MBG Indonesia Tekankan Profesionalisme Pengelolaan Dapur dan Standarisasi Gizi
peristiwaterkininews.com,

Surabaya – Semangat silaturahmi Idulfitri menjadi momentum krusial bagi Asosiasi MBG Indonesia untuk memperkuat barisan. Mengambil tempat di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya, Senin (6/4), asosiasi menggelar kegiatan Halal bi Halal sekaligus talkshow strategis bertajuk Sinergi Peran untuk Evaluasi dan Mensukseskan Program Makan Bergizi Gratis.

Acara yang berlangsung hangat namun formal ini dihadiri oleh koordinator wilayah (korwil) dari 38 kabupaten/kota serta sekitar 200 mitra pemilik dapur MBG. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan soliditas organisasi dalam mengawal program nasional tersebut.

Ketua Panitia yang juga menjabat sebagai Bendahara Asosiasi MBG Indonesia, Hj Indah, dalam laporannya menyampaikan bahwa pertemuan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wadah konsolidasi ide.

“Kegiatan hari ini adalah momen untuk mengumpulkan energi positif bagi kita semua. Dengan bersatunya para mitra dari seluruh Jawa Timur dan daerah lainnya, kita ingin memastikan bahwa langkah ke depan semakin sinkron demi menyukseskan program MBG yang berkelanjutan,” ujar Indah.

Sementara itu, Ketua Asosiasi MBG Indonesia, M Turino Junaedy, menekankan bahwa asosiasi ini hadir sebagai jembatan bagi para mitra dan stakeholder. Ia memaparkan visi besar bahwa program MBG memiliki multiplier effect yang luar biasa, mulai dari mencerdaskan kehidupan bangsa hingga pemerataan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan dapur-dapur lokal.

Tak tanggung-tanggung, Junaedy mencanangkan target ambisius agar asosiasi memberikan kontribusi nyata pada stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami menargetkan Asosiasi MBG mampu menyumbang 1 persen dari target 8 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia. Untuk mencapai itu, kolaborasi antara yayasan dan mitra harus bermuara pada satu tujuan, yaitu penyediaan menu terbaik bagi masyarakat melalui pengelolaan dapur yang profesional,” tegas Junaedy.

Langkah konkret Asosiasi MBG Indonesia mendapat apresiasi sekaligus pengawasan ketat dari pemerintah. Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), Letjen TNI (Purn) Dadang Hendrayudha, yang hadir secara daring memberikan arahan khusus.

Dadang mengingatkan bahwa program ini menyangkut kualitas sumber daya manusia masa depan Indonesia. Oleh karena itu, ia meminta kepada seluruh pengelola dapur agar menjaga integritas dalam produksi.

“Saya tegaskan, jangan sekali-kali ada praktik pengurangan anggaran bahan baku. Kualitas menu harus sesuai standar yang telah ditetapkan, tidak boleh dibuat asal-asalan. Kita sedang bicara soal gizi penerima manfaat, bukan sekadar urusan perut,” ujar Dadang.

Ia menambahkan bahwa pengawasan akan dilakukan secara berkala dan ketat untuk memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan pemerintah benar-benar terwujud dalam sepiring makanan bergizi yang layak.

Memasuki sesi inti, acara dilanjutkan dengan talkshow yang menghadirkan pakar di bidangnya. Yakni, Kepala KPPG Surabaya Kusmayanti dan Kepala KPPG Jember Said Karim.

Dalam sesi ini, para narasumber mengupas tuntas tiga poin fundamental. Di antaranya Pentingnya Standarisasi dalam Tata Laksana SPPG, Pentingnya Validitas Data, dan Peran Asosiasi.

“Diskusi ini diharapkan menjadi panduan teknis bagi para pemilik dapur MBG agar mampu menjalankan operasional secara profesional, akuntabel, dan transparan,” pungkas Kusmayanti.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

*) Oleh : Alf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *