Surabaya,- Setiap tanggal 3 Maret, dunia memperingati Hari Satwa Liar Sedunia atau World Wildlife Day.
Peringatan ini menjadi momentum internasional untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan flora dan fauna liar yang semakin terancam akibat perburuan ilegal, perdagangan satwa, serta kerusakan habitat.(02/02/2026)
Hari Satwa Liar Sedunia ditetapkan oleh United Nations untuk menandai diadopsinya Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Satwa dan Tumbuhan Liar yang Terancam Punah (CITES) pada 3 Maret 1973. Sejak itu, berbagai negara anggota didorong untuk memperkuat komitmen dalam menjaga kelestarian satwa liar melalui kebijakan konservasi dan penegakan hukum.
Menurut data World Wildlife Fund (WWF), populasi banyak spesies satwa liar mengalami penurunan signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Ancaman utama berasal dari deforestasi, perubahan iklim, polusi, hingga aktivitas manusia yang tidak berkelanjutan.
Di berbagai belahan dunia, peringatan ini di isi dengan kampanye edukasi, penanaman pohon, pelepasliaran satwa, serta diskusi publik tentang pentingnya konservasi. Pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas lingkungan bersinergi mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keseimbangan ekosistem.
Hari Satwa Liar Sedunia menjadi pengingat bahwa keberlangsungan kehidupan di bumi sangat bergantung pada keanekaragaman hayati. Melalui kerja sama global dan partisipasi aktif masyarakat, upaya perlindungan satwa liar diharapkan semakin kuat demi menjaga warisan alam bagi generasi mendatang.
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!
