Sumenep,– Ribuan santri dan alumni Pondok Pesantren Al Qororul Makien memadati maqbaroh Cecce’, Prenduan, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, dalam rangka peringatan haul pertama muassis, KH. Ahmad Syuja’ Hasyim, Sabtu malam Ahad (4/4/2026).
Kegiatan diawali dengan khotmil Al-Qur’an yang diikuti ratusan santri sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk almarhum.
Sejak sore hari, para santri dan alumni dari berbagai daerah mulai berdatangan ke lokasi untuk mengikuti rangkaian istighatsah dan khotmil Qur’an. Suasana khidmat begitu terasa ketika para peserta melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, shalawat, serta doa bersama dengan penuh kekhusyukan.
Kegiatan khotmil Qur’an dibuka dengan tawassul yang dipimpin oleh pengasuh Pondok Pesantren Al Qororul Makien, K. Mohammad Tibyan Syuja’. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan shalawat dan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh K. Waqid Ishomuddin.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Hamidi menyampaikan bahwa keberkahan seorang guru merupakan hal yang nyata dan dapat dirasakan oleh para muridnya.
Ia menuturkan kisah tentang seorang santri yang tetap bertawassul dengan penuh keyakinan di sebuah maqbaroh, meskipun sempat muncul keraguan terkait keberadaan sosok yang dimakamkan di tempat tersebut.
“Namun karena kuatnya keyakinan dan husnuddhan seorang murid kepada gurunya, maka dengan barokah guru, apa yang diinginkan tetap dapat terkabul,” ujar Ustadz Hamidi dalam keterangannya di sela kegiatan.
Ia juga menegaskan bahwa barokah guru sering diibaratkan seperti angin yang tidak terlihat, namun dampaknya nyata dalam kehidupan.
Menurutnya, ilmu yang bermanfaat, ketenangan hati, serta kesuksesan tidak hanya diperoleh dari kecerdasan intelektual, tetapi juga dari adab, penghormatan, dan khidmah yang tulus kepada guru.
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!
