Komisi VII DPR RI Tinjau PT PAL Surabaya

Komisi VII DPR RI Tinjau PT PAL Surabaya

Komisi VII DPR RI Tinjau PT PAL Surabaya
peristiwaterkininews.com,

Surabaya — Komisi VII DPR RI melaksanakan kunjungan kerja ke PT PAL Indonesia (Persero) untuk memantau langsung kemajuan industri strategis nasional di sektor pertahanan maritim. Rombongan dipimpin Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, yang bertindak sebagai Ketua Tim pada agenda kunjungan tersebut.

Dalam pemaparannya, Evita menyampaikan apresiasi atas perkembangan yang dicapai PT PAL dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, transformasi internal yang dilakukan perusahaan membuat kapasitas dan posisi PT PAL kini jauh lebih kuat, baik di pasar domestik maupun internasional.

“Kami merasa bangga melihat presentasi yang disampaikan oleh manajemen, terutama terkait potensi besar industri pertahanan maritim Indonesia. Transformasi PT PAL benar-benar terlihat konkret dan signifikan,” ujar Evita saat kunjungan kerja, Senin (8/12/2025).

Pesanan PT PAL Meningkat Signifikan

Salah satu poin yang menjadi sorotan Evita adalah meningkatnya jumlah pesanan yang masuk ke PT PAL. Ia mengungkapkan bahwa perusahaan kini menunjukkan kinerja yang jauh lebih optimal dibandingkan periode sebelumnya.

“Tadi dijelaskan bahwa pada masa lalu pesanan terbesar hanya berada di angka 2,5 ton. Sekarang sudah mencapai lebih dari 48 ton. Ini menunjukkan performa PT PAL yang luar biasa,” tegasnya.

Evita menilai peningkatan tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah, terutama terkait proyek-proyek pertahanan yang melibatkan PT PAL. Menurutnya, hubungan baik antara pemerintah dengan industri pertahanan nasional memberikan dampak positif bagi daya saing PT PAL.

“Kita melihat pemerintah memberikan kepercayaan besar kepada PT PAL, dan itu menjadi bukti bahwa perusahaan ini memiliki kemampuan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,” kata Evita.

Harapan Adanya Insentif dan Kemudahan Regulasi

Meski demikian, Evita menilai masih banyak hal yang perlu diperkuat dari sisi kebijakan pemerintah. Ia menekankan pentingnya insentif khusus bagi industri pertahanan, terutama jika sektor ini ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Industri pertahanan membutuhkan dukungan berupa kemudahan regulasi dan insentif. Jika negara ingin sektor ini tumbuh lebih kuat, dukungan aturan dan fasilitas harus diperluas,” jelasnya.

Evita juga membandingkan situasi tersebut dengan pelaku industri yang berada di wilayah ekonomi khusus seperti Batam, yang telah menikmati berbagai fasilitas insentif. Ia berharap perlakuan serupa dapat diberikan kepada industri strategis seperti PT PAL.

Dorongan untuk Galangan Kapal Domestik

Selain menyoroti PT PAL, Evita turut menegaskan pentingnya membuka ruang lebih besar bagi perusahaan galangan kapal dalam negeri. Menurutnya, banyak perusahaan lokal yang sudah memiliki kemampuan membangun kapal, bukan sekadar melakukan perawatan atau pemeliharaan.

“Perusahaan-perusahaan galangan kapal kita ini sebenarnya mampu memproduksi kapal baru. Mereka hanya butuh kesempatan. Saat ini sebagian besar masih berkutat pada pekerjaan maintenance, padahal kapasitasnya lebih dari itu,” ujarnya.

Evita meminta pemerintah memberi prioritas kepada perusahaan lokal untuk mengerjakan pembangunan kapal di sektor-sektor seperti ASDP dan BUPEL. Menurutnya, hanya jika kemampuan dalam negeri dianggap tidak mencukupi, barulah proyek boleh dialihkan ke perusahaan luar negeri.

Penguatan BKPAL untuk Industri Pertahanan Maritim

Di akhir kunjungan, Evita juga menyampaikan perlunya memperbesar dukungan terhadap BKPAL (Badan Koordinasi Penanaman Modal PT PAL) agar kapasitas produksi alat pertahanan maritim semakin efektif.

“BKPAL harus diberi ruang yang lebih besar oleh pemerintah untuk memproduksi peralatan pertahanan, khususnya di bidang maritim. Dengan begitu, kemandirian industri pertahanan nasional akan lebih cepat terwujud,” tambahnya.

Kunjungan Komisi VII DPR RI ini diharapkan mampu mendorong kolaborasi lebih erat antara pemerintah, BUMN strategis, serta pelaku industri pertahanan dalam negeri untuk memperkuat posisi Indonesia di bidang pertahanan maritim.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *