Mangkir dari Mediasi Pertama, Manajemen Valhalla Dinilai Tidak Kooperatif

Mangkir dari Mediasi Pertama, Manajemen Valhalla Dinilai Tidak Kooperatif

Mangkir dari Mediasi Pertama, Manajemen Valhalla Dinilai Tidak Kooperatif
peristiwaterkininews.com,

Surabaya,-Proses mediasi pertama di Disperinaker Kota Surabaya antara pihak eks karyawan dengan managemen Valhalla Spectaclub. Pertemuan yang dijadwalkan pada Rabu (15/10/2025) pukul 11.00 WIB dan sempat dimundurkan ke pukul 13.00 WIB itu gagal terlaksana lantaran pihak manajemen tak kunjung hadir hingga lebih dari dua jam dari waktu yang ditentukan.

Ketidakhadiran pihak manajemen menuai kekecewaan mendalam dari eks karyawan yang telah datang memenuhi undangan mediasi.

Perwakilan eks pekerja, Dj Jack, menyebut sikap manajemen Valhalla sebagai bentuk ketidakseriusan menyelesaikan persoalan.

“Jujur saya kecewa. Dari pihak manajemen Valhala Spectaclub tidak bisa menghadiri, entah alasan apa, tapi kenyataannya tidak hadir. Kami dari pihak eks pekerja hadir semua,” ujar Dj Jack seusai jadwal mediasi.

Menurutnya, para eks karyawan telah beritikad baik untuk mencari penyelesaian secara damai dan bermartabat. Namun, ketidakhadiran pihak perusahaan dianggap mencederai semangat mediasi yang telah dijadwalkan secara resmi.

“Harapan kami sederhana, masalah ini cepat selesai supaya kedua belah pihak tidak menanggung beban berkepanjangan. Tapi kalau seperti ini, bagaimana mau selesai?” tambahnya dengan nada kecewa.

Dari informasi yang dihimpun, pihak manajemen Valhalla Spectaclub sebelumnya sudah mengonfirmasi akan hadir. Namun hingga pukul 14.00 WIB, baik owner maupun kuasa hukumnya tidak muncul di lokasi.

“Yang konfirmasi dari pihak Valhalla Spectaclub Spectatadi saya dengar dari pihak owner-nya. Katanya kuasa hukumnya tidak bisa hadir karena ada keperluan,” jelas Dj Jack.

Ketidakhadiran tersebut mendapat sorotan keras dari Rudi Gaol selaku Pengawas Arek Suroboyo Bergerak (ASB). Ia menilai absennya pihak manajemen menunjukkan sikap tidak kooperatif dan tidak menghormati mekanisme penyelesaian yang telah disepakati.

“Kami dari ASB menilai tindakan mangkir ini mencerminkan ketidakseriusan manajemen dalam menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan. Mediasi itu wadah dialog, bukan ajang menunggu siapa yang lebih sabar,” tegas Rudi Gaol.

Ia juga menambahkan bahwa ASB akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan mendesak pihak Valhalla Spectaclub untuk menunjukkan tanggung jawabnya sebagai pengusaha.

“Kawan-kawan eks pekerja sudah hadir dengan niat baik. Tapi kalau dari pihak manajemen justru abai, ini menunjukkan ketimpangan moral. Kami minta ada sikap tegas dan jadwal mediasi ulang yang pasti. Jangan terus bersembunyi di balik alasan keperluan,” ujarnya.

Rudi menegaskan bahwa ketidakhadiran seperti ini tidak hanya menunda penyelesaian, tetapi juga memperburuk citra perusahaan di mata publik.

“Transparansi dan tanggung jawab adalah ukuran moral perusahaan. Kalau datang saja tidak bisa, bagaimana publik mau percaya pada komitmen mereka terhadap pekerja?” tegasnya.

Apabila pada mediasi kedua pihak Valhalla Spectaclub kembali tidak menunjukkan kehadiran maupun itikad baik untuk menyelesaikan persoalan ini secara terbuka, maka kami tidak akan tinggal diam.

“Kami akan menggerakkan massa untuk melakukan penyegelan terhadap lokasi Valhalla Spectaclub,”pungkasnya.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

*) Oleh : Gatra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *