Mengenal Silat Beksi Legendaris Kampung Jakarta Selatan

Mengenal Silat Beksi Legendaris Kampung Jakarta Selatan

Mengenal Silat Beksi Legendaris Kampung Jakarta Selatan
peristiwaterkininews.com,

JAKARTA – Di balik modernitas ibu kota, Jakarta tetap menyimpan kekayaan tradisi yang terus mengakar kuat. Salah satu yang paling menonjol adalah Silat Beksi, aliran maen pukulan (seni bela diri) tradisional khas Betawi yang hingga kini masih menjadi primadona di tanah Betawi, khususnya di wilayah Jakarta Selatan.

Bukan sekadar gerak fisik, Beksi merupakan warisan budaya yang memiliki sejarah panjang sejak abad ke-19, bermula dari Kampung Dadap dan dipopulerkan oleh tokoh legendaris, Lie Tjeng Hok.

Silat Beksi memiliki karakteristik yang sangat kontras dibandingkan dengan aliran silat lainnya. Beksi dikenal sebagai aliran yang menekankan pada pertarungan jarak dekat. Teknik yang digunakan mengandalkan pukulan yang sangat cepat, gerakan yang tegas, serta efisiensi gerak.

Ciri khas paling utama yang membedakan Beksi adalah penggunaan posisi tangan terbalik. Teknik ini tidak hanya unik secara estetika, tetapi juga mematikan dalam konteks pertahanan diri karena mampu mematahkan serangan lawan dengan kecepatan tinggi.

Awalnya dikenal dengan sebutan Be’si di wilayah pesisir Kampung Dadap, aliran ini mengalami transformasi dan adaptasi saat mulai memasuki wilayah Jakarta. Seiring berjalannya waktu, Beksi berkembang pesat di wilayah Jakarta Selatan dan menjadi identitas budaya bagi masyarakat setempat.

Sejarawan dan praktisi budaya mencatat bahwa Beksi bukan hanya sekadar sistem pertahanan diri. Di dalamnya terkandung nilai-nilai kedisiplinan, persaudaraan, dan religiusitas yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Hingga saat ini, sanggar-sanggar Silat Beksi masih aktif melahirkan pendekar-pendekar baru. Bagi masyarakat Betawi, mempelajari Beksi adalah cara untuk tetap terhubung dengan akar sejarah mereka.

“Beksi bukan hanya tentang bagaimana kita memukul, tapi tentang bagaimana kita menjaga harga diri dan melestarikan apa yang sudah dititipkan oleh para leluhur,” ujar salah satu praktisi silat di kawasan Jakarta Selatan.

Dengan kekhasannya, Silat Beksi tetap berdiri tegak sebagai salah satu pilar kekuatan budaya Betawi yang tak lekang oleh zaman, membuktikan bahwa tradisi lokal mampu bertahan di tengah arus modernisasi global.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

*) Oleh : Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *