Surabaya,—Kabar duka menyelimuti dunia musik dan aktivisme Indonesia. Dikutip dari Detik Jogja, musisi sekaligus aktivis legendaris, Johnsony Maharsak Lumban Tobing, atau yang akrab dikenal dengan nama John Tobing, dikabarkan meninggal dunia, Kamis (26/02/2026).
Sosoknya dikenal luas sebagai pencipta lagu perjuangan “Darah Juang”, yang hingga kini masih menggema di berbagai aksi mahasiswa dan gerakan sosial di Tanah Air.
Informasi mengenai wafatnya John Tobing dikonfirmasi langsung oleh rekannya, Joko Utomo. Ia membenarkan bahwa John meninggal dunia pada Rabu (25/02/2026) petang di RSA UGM, Yogyakarta.
“Iya, benar, John meninggal di RSA UGM,” ungkap Joko ketika dikonfirmasi oleh awak media.
Ia juga menuturkan bahwa John telah dirawat sejak dini hari sebelum akhirnya berpulang pada malam hari.
“Masuk ke rumah sakit subuh tadi, dan dinyatakan meninggal pukul 20.45 WIB di RSA UGM,” tambahnya.
Ucapan duka pun mulai berdatangan dari berbagai kalangan, terutama para aktivis dan musisi yang pernah berjuang bersama John di masa-masa penuh idealisme.
John Tobing dikenal bukan hanya sebagai musisi, tetapi juga sebagai sosok yang memiliki kepedulian sosial dan politik yang tinggi. Lewat karya-karyanya, ia berusaha menyuarakan semangat keadilan dan perjuangan rakyat kecil. Lagu “Darah Juang” menjadi bukti nyata bagaimana musik bisa menjadi alat perlawanan dan inspirasi bagi banyak generasi.
Sejak era reformasi, “Darah Juang” telah menjadi lagu wajib dalam berbagai aksi mahasiswa di seluruh Indonesia. Liriknya yang kuat dan penuh makna menjadikannya simbol perlawanan terhadap ketidakadilan dan bentuk penghormatan terhadap mereka yang berani bersuara.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab meninggalnya John Tobing maupun kapan dan di mana prosesi pemakamannya akan dilaksanakan. Namun, banyak pihak berharap agar penghormatan terakhir dapat dilakukan dengan layak, mengingat jasa dan pengaruh besar yang telah ia berikan bagi dunia musik dan gerakan sosial di Indonesia.
Diketahui, pada Desember 2025 lalu, John sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat stroke. Sejak saat itu, kesehatannya dikabarkan menurun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekan seperjuangan dan generasi muda yang tumbuh dengan semangat perjuangan dari lagu-lagunya. John Tobing telah berpulang, namun semangat “Darah Juang” akan terus hidup di hati rakyat dan mahasiswa Indonesia.
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!
