Pengukuhan dan Ujian Tingkat IPS Nur Harias Surabaya Bentuk Generasi Tangguh dan Berkarakter

Pengukuhan dan Ujian Tingkat IPS Nur Harias Surabaya Bentuk Generasi Tangguh dan Berkarakter

Pengukuhan dan Ujian Tingkat IPS Nur Harias Surabaya Bentuk Generasi Tangguh dan Berkarakter
peristiwaterkininews.com,

Surabaya,– Ikatan Perguruan Pencak Silat (IPS) Nur Harias Surabaya menggelar kegiatan pengukuhan dan ujian tingkat periode 2025, bertempat di SMP Negeri 15 Surabaya, Minggu (2/11/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai anak ranting cabang Nur Harias se-Kota Surabaya, dengan rentang usia sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP).

Materi ujian mencakup dasar-dasar teknik dan gerakan silat, pembinaan mental dan solidaritas, serta penguatan iman dan taqwa. Kegiatan ini menjadi ajang evaluasi dan pembentukan karakter bagi generasi muda agar memiliki ketahanan diri, baik secara fisik maupun psikologis.

Ade (Pelatih) , salah satu penguji dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa pelatihan pencak silat di usia dini bukan hanya soal kemampuan bela diri, tetapi juga pembentukan mental dan moral.

“Kami tidak hanya melatih mereka untuk kuat secara fisik, tapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan hidup. Nur Harias ingin menanamkan nilai kerendahan hati, disiplin, dan rasa hormat — sesuai makna Nur Harias itu sendiri, cahaya yang semakin berisi semakin merunduk,” ujar Pelatih Ade.

Nama Nur Harias sendiri memiliki makna filosofis yang mendalam. “Nur” berarti cahaya, dan “Harias” diambil dari kata padi unggul, menggambarkan pribadi yang berilmu, berkarakter, dan tetap rendah hati.

Perguruan ini didirikan oleh Drs. H. M. Atho’illah Iskandar, seorang pengajar di IKIP Surabaya (kini UNESA) pada jurusan pelatih (coach) mata kuliah Psikologi Umum, sekaligus anggota Marinir TNI AL yang kala itu bertugas di Surabaya.

Tujuan utama berdirinya IPS Nur Harias adalah membentuk warga yang bertaqwa, mampu membela diri, serta siap mempertahankan eksistensinya, masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia.

Salah satu peserta, Arum, siswi kelas 3 SDN Wonokusumo, mengaku bangga bisa mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya merasa senang mengikuti ujian tingkat dan pengukuhan ini, karena selain menambah pengalaman, ini juga bisa meningkatkan rasa percaya diri,” tutur Arum dengan semangat.

Selain peserta dari Surabaya, kegiatan ini juga dihadiri oleh beberapa peserta dari Kwanyar, Bangkalan, Madura, yang menunjukkan antusiasme tinggi untuk ikut berpartisipasi dan berprestasi di dunia persilatan.

Ade menambahkan, kegiatan seperti ini diharapkan menjadi wadah regenerasi pesilat muda yang tidak hanya berprestasi di arena, tetapi juga menjadi pribadi yang santun, disiplin, dan cinta tanah air.

“Silat bukan sekadar bela diri, tetapi sarana untuk menempa jiwa agar kuat, sabar, dan menghormati sesama. Itulah semangat Nur Harias yang terus kami jaga,” pungkasnya.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

*) Oleh : Gatra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *