Surabaya,- Sabtu (20/09/2025)-Hari-hari ini, proyek gorong-gorong di Surabaya tampaknya punya “misi tambahan”, bukan hanya menyalurkan air hujan, tapi juga menyalurkan korban jiwa. Di Gayungsari Barat, seorang pekerja tewas.
Sementara di Bulak Banteng Suropati III, seorang warga kakinya terlindas eskavator hingga remuk. Pertanyaannya, ini proyek infrastruktur atau proyek percobaan maut?
Papan proyek biasanya dipenuhi jargon manis: “Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nomor Satu.” Sayangnya, di lapangan, slogan itu cuma jadi hiasan yang lebih bagus dibaca daripada dijalankan. Helm ada, tapi hanya untuk difoto. Rambu dipasang, tapi seperti benda gaib kadang muncul, seringnya hilang.
Entah mengapa, standar keselamatan di proyek-proyek ini lebih mirip formalitas upacara bendera. Ada bendera kuning dan pita pembatas yang dipasang seadanya, lalu dianggap selesai. Padahal, di sekitar situ, alat berat mondar-mandir seperti sedang uji coba balap liar.
Lucunya lagi, setiap kali ada korban, selalu ada pernyataan klasik,“Kami akan melakukan evaluasi.” Evaluasi ini seolah punya daya magis. Hanya dengan mengucapkannya, semua masalah dianggap selesai. Korban sudah di rumah sakit atau liang kubur, sementara pihak proyek cukup berdoa agar publik cepat lupa.
Jika terus begini, jangan kaget kalau nanti warga mulai menghindari jalan yang ada proyek gorong-gorong. Bukan karena macet, tapi karena takut mendadak masuk daftar korban berikutnya. Bayangkan, berjalan di kampung sendiri pun bisa berubah jadi Russian roulette.
Padahal, keselamatan itu bukan soal teori rumit. Cukup dengan rambu jelas, pengawasan ketat, dan disiplin aturan. Tapi kalau semua itu dianggap mahal, ya wajar saja kalau proyek berubah jadi arena adu nasib antara pekerja, warga, dan alat berat.
Mungkin sudah saatnya kita menulis ulang slogan proyek: bukan lagi “Keselamatan Nomor Satu,” melainkan “Korban Nomor Satu.” Setidaknya, itu lebih jujur dan sesuai kenyataan di lapangan.
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!
