Surabaya,– Suasana lantai L2 Multifunction Star 1, BG Junction Mall, Surabaya, tampak semarak dan berenergi,Selasa (03/02/2026). Siswa-siswi Kelas Merdeka Berkarya (KMB) tampil percaya diri dalam acara bertajuk “Speak Up & Stand Out”, sebuah kegiatan yang dirancang untuk melatih keberanian serta kemampuan berbicara di depan umum.
Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB ini merupakan inisiatif dari SMP KHM Nur Surabaya dan mendapat dukungan penuh dari Lembaga Pendidikan Ma’arif NU. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata penerapan Kurikulum Merdeka yang mendorong siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu berekspresi dan berinteraksi dengan percaya diri di ruang publik.
Perwakilan SMP KHM Nur Surabaya, Nuri Humaidah, S.Pd, menyampaikan bahwa acara ini memadukan unsur edukasi dan hiburan dalam satu wadah yang kreatif.
“Para siswa diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan komunikasi, seni, serta kreativitas mereka di hadapan publik, menjadikan panggung ini sebagai ruang pembelajaran yang nyata dan menyenangkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara guru, siswa, dan narasumber membuat acara “Speak Up & Stand Out” berjalan dinamis dan inspiratif.
“Dua pembicara utama, Ainil Hana dan Aminatus Saidah, S.Kom, memberikan wawasan penting tentang keberanian berbicara dan berpikir kritis di era modern,” tuturnya.
Selain sesi motivasi dan berbagi pengalaman, kegiatan ini juga menampilkan Special Performance dari siswa KMB yang membawakan berbagai karya seni dan penampilan kreatif. Antusiasme pengunjung semakin meningkat dengan hadirnya penampilan akustik dari Abdul Latif yang menghadirkan suasana hangat dan santai di tengah pusat perbelanjaan.
Melalui kegiatan ini, SMP KHM Nur Surabaya berupaya menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman. Pendekatan berbasis proyek dan pengalaman langsung dinilai efektif dalam membentuk karakter siswa yang mandiri, komunikatif, dan adaptif terhadap tantangan global.
Keseruan “Speak Up & Stand Out” juga diabadikan melalui akun media sosial resmi @smpkhmnursurabaya di Instagram, TikTok, dan YouTube. Panitia turut menyediakan sistem absensi berbasis barcode bagi wali murid dan pengunjung yang hadir, menandai langkah sekolah dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam kegiatan pembelajaran.
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!
