Tugu Pahlawan dan Mobil Mallaby, Jejak Perjuangan Hidup di Kota Surabaya

Tugu Pahlawan dan Mobil Mallaby, Jejak Perjuangan Hidup di Kota Surabaya

Tugu Pahlawan dan Mobil Mallaby, Jejak Perjuangan Hidup di Kota Surabaya
peristiwaterkininews.com,

Surabaya,- Monumen Tugu Pahlawan yang berdiri gagah di jantung Kota Surabaya bukan sekadar landmark, melainkan simbol perlawanan rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dari upaya penjajahan kembali. Pembangunan monumen ini merupakan inisiatif langsung Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, yang juga melakukan peletakan batu pertama pada tahun 1953.

Monumen yang menjulang tinggi tersebut kemudian dilengkapi dengan Museum 10 Nopember, yang dibangun pada tahun 1991 dan mengalami pemugaran besar pada 1998. Pemugaran itu sekaligus menambah nuansa monumental dengan dinding mengelilingi kompleks monumen serta relief yang menggambarkan perjuangan rakyat Indonesia, khususnya arek-arek Suroboyo, dalam pertempuran 10 November 1945.

Pegiat Sejarah,Nur Setiawan menjelaskan,relief tersebut tidak hanya menjadi ornamen visual, melainkan karya bersejarah yang memiliki makna mendalam.

“Relief di dinding luar museum adalah refleksi nyata perjuangan rakyat Indonesia. Bung Karno ingin menjadikannya sebagai pengingat abadi bahwa kemerdekaan ini lahir dari darah dan air mata,” jelas Nur Setiawan, pegiat sejarah Surabaya.

Menurut Nur Setiawan, relief itu dibuat agar generasi muda selalu mengenang jasa para pahlawan dan menjadikan nilai juang 1945 sebagai inspirasi dalam mengisi kemerdekaan melalui pembangunan yang positif.

“Bung Karno tak ingin rakyat melupakan esensi perjuangan. Museum ini dibuat sakral agar semangat juang 45 terus hidup dalam diri bangsa,” ujarnya,Rabu (19/11/2025).

Selain Tugu Pahlawan, Nur Setiawan juga menyinggung peristiwa heroik yang tak kalah penting tentang tewasnya Brigjen Aubertin Walter Sothern (AWS) Mallaby di Jembatan Merah pada 30 Oktober 1945, peristiwa yang menjadi pemicu pecahnya Pertempuran 10 November.

Brigjen Mallaby adalah komandan brigade ke-49 Divisi India yang memimpin sekitar 6.000 pasukan Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI). Pasukan itu dikirim ke Indonesia dengan misi melucuti senjata tentara Jepang, namun mendapat perlawanan keras dari rakyat dan pejuang Surabaya. Dalam baku tembak sengit, mobil yang ditumpangi Mallaby terbakar di dekat Jembatan Merah, dan sang brigjen tewas di tempat.

“Mallaby kala itu menumpangi mobil Buick 8, buatan Amerika tahun 1939. Mobil itu bertenaga besar, bermesin 8 silinder 5.247 cc dengan tenaga 141 dk pada 3.600 rpm,” ungkap Nur.

Menariknya, mobil Buick 8 bukan hanya dikenal sebagai kendaraan Mallaby, tetapi juga pernah digunakan oleh Presiden Soekarno sebagai mobil kenegaraan. Karena nilai historisnya, Pemerintah Kota Surabaya beberapa tahun lalu membuat replika mobil Buick 8 tersebut dan menempatkannya di kawasan Jembatan Merah, lokasi tewasnya Mallaby.

“Replika itu jadi pengingat bahwa perjuangan tidak hanya melibatkan manusia dan senjata, tapi juga benda-benda yang menjadi saksi sejarah, termasuk kendaraan yang pernah digunakan di masa perang,” papar Nur Setiawan.

Ia menambahkan, keberadaan Tugu Pahlawan, Museum 10 Nopember, dan replika mobil Mallaby adalah warisan sejarah yang meneguhkan identitas Surabaya sebagai Kota Pahlawan.

“Benda-benda itu menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini, agar generasi muda tidak buta sejarah. Karena bangsa yang lupa sejarahnya akan kehilangan arah perjuangannya,” pungkasnya.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

*) Oleh : Gatra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *