Maulid Nabi dan Reuni ke-20 Al Qororul Makien

Maulid Nabi dan Reuni ke-20 Al Qororul Makien

Maulid Nabi dan Reuni ke-20 Al Qororul Makien
peristiwaterkininews.com,

Sumenep, –Pondok Pesantren (PP) Al Qororul Makien, Prenduan, Pragaan, Sumenep, Madura, menggelar peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW sekaligus Reuni Alumni ke-20 pada Rabu, (26/08/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi serta menjaga hubungan kekeluargaan antara alumni, pengasuh, santri, dan keluarga besar pesantren.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, Nafiri Kalam Ilahi, dan Shalawat Nabi. Selanjutnya, kegiatan diisi dengan sambutan Ketua Panitia, Wakil Pengasuh, serta Pengasuh PP Al Qororul Makien, sebelum ditutup dengan doa dan rangkaian kegiatan lainnya.

Muhammad Safi menyampaikan bahwa reuni alumni bukan sekadar menjadi ajang berkumpul dan bernostalgia, tetapi juga menjadi ruang untuk kembali menyambung tali silaturahmi.

“Hubungan antara alumni dan pesantren perlu terus dirawat agar nilai-nilai yang diperoleh selama menimba ilmu tetap menjadi bagian dari kehidupan para alumni,” ujarnya.

Sementara itu, Ustad Hamidi As’ad menekankan pentingnya menjaga kesinambungan hubungan antara alumni dengan almamater.

“Keberadaan alumni merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan pesantren, sehingga silaturahmi harus terus dijaga dan dikembangkan untuk memberikan manfaat bagi sesama,” tuturnya.

Semangat tersebut sejalan dengan pesan yang tercantum dalam banner kegiatan, yakni “Makowattah bedenah sambungan, nyupreh tambenah kaberkatan” dan “Ngarabet bedenah sambungan, nyupreh tambenah kaberkatan.” Pesan tersebut menggambarkan pentingnya merawat hubungan yang telah terjalin sekaligus mencari keberkahan melalui kebersamaan dan silaturahmi.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Reuni Alumni ke-20 ini juga menjadi momentum untuk mengenang kembali perjalanan para alumni selama menimba ilmu di PP Al Qororul Makien. Selain memperkuat persaudaraan, kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun kepedulian alumni terhadap perkembangan pesantren serta lingkungan masyarakat.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

*) Oleh : Kodim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *