Surabaya – Deru mesin motor berbagai tipe, mulai dari skutik hingga motor kopling, memecah keheningan malam di kawasan Wonokromo, Surabaya.
Sedikitnya 14 biker yang tergabung dalam komunitas Zero To Hero (ZTH) berkumpul di Warkop Bijak untuk memulai perjalanan menuju Kediri.
Kegiatan touring yang berlangsung pada Sabtu-Minggu, 9-10 Mei 2026 ini dimulai tepat pukul 19.00. Setelah doa bersama dipanjatkan demi keselamatan di jalan, rombongan mulai menarik gas.
Perjalanan sejauh kurang lebih 100 kilometer tersebut ditempuh dengan mengedepankan kebersamaan yang solid. Sekitar pukul 22.00, belasan rider ini mendarat dengan selamat di Kota Kediri.
Tak sekadar berkendara, touring akhir pekan ini diisi dengan agenda yang cukup padat. Setibanya di Kediri, rombongan langsung disambut hangat oleh komunitas setempat, Kediri Rider Club (KRC), di Warkop Brader. Momen ini dimanfaatkan untuk saling bertukar cerita dan memperkuat jejaring antarbiker.
Usai bersua selama beberapa jam, agenda berlanjut ke sisi spiritual dengan melakukan kunjungan religi ke Puhsarangan. Lalu rombongan menutup agenda hari pertama dengan beristirahat di penginapan kawasan Mojoroto.
“Touring ini adalah kegiatan rutin kami. Bukan hanya untuk melepas penat dari rutinitas, tapi yang utama adalah menjaga tali silaturahmi ke member kami, Mas Rico, yang berdomisili di Kediri. Momen ini juga kami manfaatkan untuk melakukan wisata religi,” ujar Ketua ZTH, Steven Septianus Lee, dihubungi Jumat, 15 Mei 2026.
Menutup rangkaian perjalanan sebelum kembali ke Kota Pahlawan, para biker menyempatkan diri untuk singgah di kawasan Wonosalam, Jombang. Di sana, mereka menikmati sensasi legitnya durian lokal sebagai reward atas perjalanan yang berjalan lancar dan kondusif.
“Di Jombang ini, kami bertandang ke kediaman Tio, salah satu anggota ZTH juga. Puji Tuhan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan positif dan relatif lancar,” beber Steven.
ZTH bukanlah pemain baru di aspal Jawa Timur. Komunitas ini tercatat telah berdiri sejak 2 Februari 2011. Selama 15 tahun perjalanannya, ZTH terus bertransformasi dari sekadar perkumpulan hobi menjadi sebuah keluarga besar.
Christyananda, salah satu founder ZTH, menegaskan bahwa esensi dari touring kali ini adalah untuk mengobati kerinduan berkendara bersama sekaligus mengunjungi anggota yang sudah tidak menetap di Surabaya.
“Harapan kami ke depan, ZTH semakin solid dan saling merangkul. Meskipun banyak anggota yang sudah berkeluarga atau pindah kota, kita tetap satu keluarga besar. Tidak hanya antarpersonel, tapi juga melibatkan orang tua, istri, dan anak-anak,” jelas pria berkacamata yang karib disapa Nanda ini.
ZTH tampaknya tidak ingin berlama-lama memarkir kendaraan mereka. Dalam waktu dekat, komunitas ini sudah merancang agenda sowan berikutnya ke wilayah Tulungagung sembari menjajal keelokan Jalur Lintas Selatan (JLS).
Sedangkan untuk jangka panjang, sebuah family trip lintas pulau menuju Bali, Lombok, atau Dieng tengah dimatangkan guna mempererat ikatan emosional antar anggota dan keluarga mereka.
“Rencana jangka panjang, kita rencana family trip dengan membawa pasangan dan anak seprti sebelumnya. Rencana kalau nggak ke Pulau Bali, bisa ke Lombok atau Dieng,” tuntas Nanda. (*)
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!
