SURABAYA,– Kecelakaan maut yang melibatkan satu unit truk trailer berita nopol B 9986 UD dan sepeda motor (L 5041 UG) terjadi di kawasan Jalan Kalimas pada Jumat (5/6/2026) malam sekitar pukul 22.30 WIB. Insiden tragis ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di lokasi kejadian.
Tak lama setelah kejadian, Tim Gerak Cepat (TGC) Kota Surabaya langsung dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi korban. Menggunakan ambulans, petugas membawa korban menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Mohamad Soewandhie.
Kendati respons petugas terbilang cepat, proses evakuasi yang dilakukan oleh tim Command Center ini justru memicu kritik pedas dari warga setempat yang menyaksikan langsung kejadian tersebut. Masyarakat mempertanyakan keputusan petugas yang memilih membawa korban ke RSUD dr. Soewandhie, alih-alih memanfaatkan fasilitas medis terdekat.
Jarak menuju RSUD dr. Soewandhie dinilai cukup jauh dari lokasi kecelakaan di Jalan Kalimas, padahal ada rumah sakit lain yang posisinya jauh lebih dekat dari tempat kejadian perkara (TKP).

“Saya heran mas, kenapa tim gerak cepat membawa korban ke rumah sakit yang jaraknya lumayan jauh (RSUD dr. Soewandhie). Kan lebih dekat di sini, ke RS PHC. Sehingga penanganan korban kecelakaan bisa lebih cepat ditangani,” ujar salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Warga tersebut juga mengaku bingung dengan standar operasional prosedur (SOP) penanganan kedaruratan yang diterapkan oleh pemerintah kota.
“Entah apakah ini memang aturan atau bagaimana, saya juga tidak paham,” tambahnya dengan nada kecewa.
Sampai berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan antara truk trailer dan motor tersebut. Sementara itu, pihak Command Center Surabaya belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pemilihan rumah sakit rujukan evakuasi yang dikeluhkan oleh warga.
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

Petugas 112 ga jelas