Surabaya, – Perguruan pencak silat Nur Harias Surabaya kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Surabaya City of Heroes Championship 2026 yang memperebutkan Piala Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Kejuaraan yang berlangsung di GOR Jala Krida Wacana Perak pada 25–26 Juli 2026 itu menjadi panggung dominasi kontingen Nur Harias.
Dengan mengirimkan lebih dari 40 atlet dari berbagai kelompok usia, Nur Harias Surabaya tampil impresif sepanjang pertandingan. Konsistensi para atlet dalam setiap kategori berhasil mengantarkan tim meraih tiga gelar bergengsi sekaligus, yakni Juara Umum 1 Usia Dini, Juara Umum 2 Favorit, dan Juara Umum 3 Pra Remaja.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa proses pembinaan atlet yang dilakukan secara berkelanjutan mampu menghasilkan prestasi di tingkat kompetisi. Semangat juang, disiplin latihan, serta kekompakan seluruh elemen tim menjadi kunci keberhasilan Nur Harias dalam bersaing dengan berbagai kontingen dari sejumlah daerah.
Salah satu pelatih Nur Harias Surabaya, Ade Hermawan, mengungkapkan rasa syukur atas capaian yang diraih anak didiknya. Menurutnya, kemenangan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan atlet.
“Alhamdulillah, kemenangan hari ini adalah hasil kerja keras serta doa semua lapisan, mulai dari para pelatih, atlet, dorongan orang tua hingga dewan pendekar. Memang beberapa minggu ini kami sering mengadakan pendekatan moril agar mereka mampu mengasah kemampuan, baik teknik, fisik maupun mental bertanding. Tidak sia-sia mereka membayarnya dengan prestasi,” ujar Ade Hermawan, Senin (26/07/2026).
Meski berhasil membawa pulang tiga gelar juara umum, Ade menegaskan pihaknya tidak akan cepat berpuas diri. Evaluasi secara menyeluruh tetap akan dilakukan agar kualitas tim terus meningkat dan para atlet mampu berkembang menjadi pesilat yang matang serta siap menghadapi kejuaraan yang lebih tinggi.
“Namun kami tetap melakukan evaluasi secara keseluruhan agar tim ini menjadi lebih baik lagi. Semoga ke depannya mereka menjadi atlet yang benar-benar matang. Karena tujuan dari masing-masing atlet dan tim adalah memberikan prestasi yang lebih baik,” pungkasnya.
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!
