P3-TGAI Kapasan, Belum Lima Bulan Sudah Retak

P3-TGAI Kapasan, Belum Lima Bulan Sudah Retak

P3-TGAI Kapasan, Belum Lima Bulan Sudah Retak
peristiwaterkininews.com,

Sampang, – Proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 di Dusun Kapasan, Desa Baturasang, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, menjadi sorotan. Bangunan irigasi yang belum genap lima bulan dilaporkan sudah mengalami sejumlah retakan,pada Jumat (18/09/26).

Proyek yang dilaksanakan HIPPA Saluran Air Bersama melalui program Kementerian Pekerjaan Umum dan BBWS Brantas itu memunculkan pertanyaan soal kualitas konstruksi. Retakan pada bangunan yang relatif baru tentu tidak cukup hanya dilihat sebagai persoalan biasa. Perlu pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya.

Di lokasi juga muncul dugaan penggunaan material lama dan pengurangan pekerjaan galian. Dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan perlu diuji melalui pemeriksaan teknis, terutama terkait volume, kedalaman galian, material, metode kerja, serta spesifikasi yang ditetapkan.

Persoalan berikutnya adalah pengawasan. Jika kerusakan muncul dalam waktu singkat, bagaimana proses pengawasan sejak pekerjaan dimulai hingga dinyatakan selesai? Pertanyaan ini penting karena proyek menggunakan anggaran negara dan diperuntukkan bagi kepentingan petani.

Subhan selaku Sekretaris Gabungan Wartawan Tambelangan (GAWAT) meminta instansi terkait tidak mengabaikan kondisi tersebut. Menurutnya, proyek pemerintah harus menghasilkan bangunan yang sesuai standar, bukan sekadar selesai secara administratif.

“Kalau benar material lama digunakan, galian dikurangi, dan bangunan belum lima bulan sudah banyak retakan, tentu harus diperiksa. Jangan sampai anggaran negara keluar, tetapi masyarakat menerima bangunan yang kualitasnya dipertanyakan,” ujarnya.

Ia menyatakan akan mempertimbangkan laporan kepada instansi berwenang. Pemeriksaan, kata dia, harus menyentuh kondisi fisik, volume pekerjaan, material, spesifikasi teknis, dan pengawasan.

“Kami tidak menuduh. Kami meminta pembuktian. Jika pekerjaan sesuai spesifikasi, tunjukkan melalui pemeriksaan. Jika ditemukan penyimpangan, harus ada pertanggungjawaban,” tegasnya.

Upaya konfirmasi kepada pihak terkait telah dilakukan. Pihak yang dihubungi menyampaikan bahwa pemberitaan mengenai proyek tersebut sudah beredar di sejumlah media.

Konfirmasi juga dilakukan kepada Arif, bagian Asta Sampang. Namun, hingga berita ini disusun, sambungan telepon yang dihubungi berulang kali belum tersambung.

*) Oleh : Zainal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *