Gresik Book Party Hidupkan Aksara Carakan

Gresik Book Party Hidupkan Aksara Carakan

Gresik Book Party Hidupkan Aksara Carakan
peristiwaterkininews.com,

Gresik, – Rumah salah satu warga di Kampung Kemasan kembali menjadi ruang bertemunya sejarah dan budaya. Bangunan tua tersebut menyambut warga Gresik dalam rangkaian pameran etnografi Festival Menjadi Gresik 2026 bertajuk “Dapur Saji”, Sabtu (15/8/2026). Salah satu karya yang menarik perhatian pengunjung adalah pameran “Mengupas Aksara” dari komunitas Gresik Book Party (GBP).

Pameran tersebut mengangkat Aksara Carakan Puspanegaran yang dikenal sebagai salah satu identitas aksara lokal Gresik. GBP menampilkan hasil proyek digitalisasi aksara dengan merumuskan kembali bentuk visual dari naskah kuno. Proses tersebut dilakukan untuk menjembatani jejak aksara Kawi dengan perkembangan Carakan sekaligus menjaga warisan literasi lokal agar tidak hilang ditelan zaman.

Muhammad Saiful Ramadhan, anggota GBP, mengatakan data aksara yang mereka gunakan bersumber dari Prasasti Tandes yang berada di sekitar kompleks Makam Maulana Malik Ibrahim.

“Ini adalah aksara khas Gresik, yaitu aksara Carakan Puspanegaran. Kami mengambil data dari Prasasti Tandes. Data itu kami foto, lalu kami tulis ulang secara manual,” jelas Saiful.

Dalam prosesnya, GBP melakukan kajian bersama Mohammad Ali Soejono atau Ali Topan, pegiat aksara yang membantu mereka memahami perkembangan tradisi tulis, mulai dari Aksara Pallawa, Kawi hingga Carakan. Mereka juga mempelajari bentuk huruf, sandhangan, pasangan aksara, serta perbedaan Carakan Puspanegaran dengan aksara Jawa pada umumnya. Hasil kajian tersebut kemudian disederhanakan dan divisualisasikan agar lebih mudah dipahami masyarakat.

Antusiasme pengunjung terlihat hingga malam hari. Sekitar pukul 21.25 WIB, warga masih berdatangan untuk melihat pameran sekaligus berdiskusi mengenai aksara Gresik. GBP juga menampilkan visualisasi nama-nama kecamatan di Kabupaten Gresik menggunakan Aksara Carakan. Ketua GBP, M. Wasito Aji Ramadhan, berharap penggunaan aksara tersebut dapat diperluas, termasuk pada penamaan jalan dan ruang publik di Gresik.

Dukungan terhadap karya GBP turut datang dari Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Dalam sebuah sticky note yang ditempel pada visualisasi Aksara Carakan Kecamatan Kebomas, Gus Yani menuliskan pesan, “To Gresik Book Party, terus berkarya karena sejarah adalah masa depan.” Pesan tersebut menjadi bagian dari respons pengunjung terhadap upaya GBP menghidupkan kembali literasi dan identitas budaya Gresik.

Pameran etnografi Festival Menjadi Gresik 2026 yang diselenggarakan Yayasan Gang Sebelah berlangsung pada 15–30 Agustus 2026. Masyarakat dapat mengunjungi pameran di Kampung Kemasan, Jalan Nyai Ageng Arem-Arem III, Kelurahan Pekelingan, Gresik, Jawa Timur. Melalui “Mengupas Aksara”, Gresik Book Party berupaya menjadikan aksara bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan bagian dari identitas budaya yang terus hidup di tengah generasi baru.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

*) Oleh : Gatra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *