Pemuda Indonesia Desak Transparansi, RSIA Puri Bunda Disorot Keras

Pemuda Indonesia Desak Transparansi, RSIA Puri Bunda Disorot Keras

Pemuda Indonesia Desak Transparansi, RSIA Puri Bunda Disorot Keras
peristiwaterkininews.com,

Pamekasan ,– Ormas Pemuda Indonesia mendatangi RSIA Puri Bunda Pamekasan untuk memberikan pendampingan kepada keluarga pasien QQ yang saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo Surabaya pasca serangkaian tindakan operasi.

Kedatangan mereka dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap keluarga yang hingga saat ini masih berupaya memperoleh salinan lengkap rekam medis pasien dari pihak rumah sakit.

Menurut keterangan keluarga, QQ awalnya datang ke RSIA Puri Bunda pada 15 Juni 2026 sekitar pukul 08.40 WIB untuk berkonsultasi terkait persalinan anak keduanya. Setelah menjalani pemeriksaan, pasien disarankan menjalani operasi sesar pada hari yang sama.

Sekira pukul 14.00 WIB, pasien menjalani operasi sesar. Namun, beberapa jam setelah tindakan tersebut, kondisi pasien dikabarkan memburuk. Keluarga menyebut dokter kemudian menyampaikan bahwa untuk menyelamatkan nyawa pasien diperlukan tindakan operasi pengangkatan rahim (histerektomi).

Pada malam hari sekira pukul 22.00 WIB, pasien kembali menjalani operasi. Meski telah dilakukan tindakan histerektomi, kondisi pasien terus memburuk hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada 16 Juni 2026 sekitar pukul 05.00 WIB dengan diagnosis perdarahan intraabdomen pasca histerektomi.

Keluarga menyatakan bahwa hingga kini pasien telah menjalani empat kali operasi di RSUD Dr. Soetomo akibat komplikasi lanjutan yang terjadi setelah proses perawatan sebelumnya.

Selain mempertanyakan rangkaian penanganan medis yang diberikan, keluarga juga menyoroti belum diperolehnya salinan lengkap rekam medis pasien meskipun telah mengajukan permohonan resmi kepada pihak rumah sakit.

“Kami tidak sedang menghakimi siapa pun. Kami hanya meminta keterbukaan dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Rekam medis merupakan hak pasien dan keluarga untuk mengetahui secara utuh proses pelayanan yang diberikan,” ujar Rizki selaku kuasa hukum dan sepupu pasien, Sabtu (20/06/2026).

Menurut Rizki, keterlambatan penyerahan rekam medis dinilai menghambat upaya memperoleh pendapat medis kedua (second opinion) serta proses pengaduan ke lembaga yang berwenang apabila diperlukan.

Ormas Pemuda Indonesia yang turut mendampingi keluarga meminta pihak rumah sakit memberikan penjelasan secara terbuka serta segera menyerahkan dokumen yang dimohonkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, pihak RSIA Puri Bunda Pamekasan belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan keluarga maupun alasan belum diserahkannya salinan rekam medis yang dimaksud.

Rizki menyatakan akan menempuh jalur pengaduan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) apabila permohonan tersebut tetap tidak mendapatkan tindak lanjut.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

*) Oleh : Gatra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *