Surabaya,– Pernyataan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang menyebut sidak dilakukan untuk memastikan birokrasi berjalan baik mendapat sorotan dari Ali Mustofa, Paguyuban Warga Surabaya, Selasa (14/07/2026).
Menurut Ali, warga tidak pernah keberatan jika wali kota sering turun ke lapangan. Namun, yang diharapkan masyarakat bukan sekadar sidak, melainkan penyelesaian masalah yang nyata.
“Kalau sidak terus dilakukan, tetapi keluhan warga tetap sama, berarti ada yang belum beres dengan sistem pengawasannya,” kata Ali.
Ia mencontohkan kondisi di Surabaya sekitaran Surabaya Utara Bulak Banteng , Hingga kini jalan tersebut masih terlihat tumpukan Besi Tua yang terkadang juga ada pemotongan besi di pinggir jalan sehingga dapat mengganggu para pengguna jalan yang lain, padahal pemotongan tersebut seharusnya ada tempat khusus sehingga tidak mengganggu para pengguna jalan.
“Masalah seperti ini seharusnya tidak perlu menunggu wali kota datang. Dinas terkait harus peka dan langsung bekerja. Kalau semua harus menunggu sidak, lalu untuk apa ada pejabat dan pengawasan di setiap dinas?” ujarnya.
Ali menilai sidak seharusnya menjadi alat untuk memperbaiki kinerja birokrasi, bukan sekadar kegiatan yang ramai diperbincangkan. Menurutnya, yang lebih penting adalah tindakan setelah sidak dilakukan.
“Warga tidak butuh tontonan. Warga butuh jalan yang tidak tergenang, dan masalah yang benar-benar selesai,” tegasnya.
Ia juga meminta Pemerintah Kota Surabaya lebih terbuka terhadap hasil sidak, termasuk langkah perbaikan yang dilakukan. Dengan begitu, masyarakat dapat melihat bahwa setiap temuan benar-benar ditindaklanjuti.
“Keberhasilan pemerintah bukan diukur dari seberapa sering sidak dilakukan, tetapi dari seberapa banyak persoalan warga yang berhasil diselesaikan. Kalau keluhan yang sama terus muncul, masyarakat tentu akan bertanya, apakah sistemnya sudah berjalan atau hanya sidaknya yang sering terlihat,” pungkas Ali Mustofa.
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!
