‎Feris Brewok Gerah Dengan Aksi Premanisme Berkedok Ormas di Surabaya

‎Feris Brewok Gerah Dengan Aksi Premanisme Berkedok Ormas di Surabaya

‎Feris Brewok Gerah Dengan Aksi Premanisme Berkedok Ormas di Surabaya
peristiwaterkininews.com,

SURABAYA — Keresahan terhadap maraknya aksi premanisme yang berlindung di balik jubah Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Kota Surabaya kian memuncak.

‎Salah seorang warga Surabaya, Feris brewok, secara terbuka melayangkan kritik keras dan menuntut ketegasan dari jajaran pemerintah serta aparat penegak hukum untuk tidak kalah oleh tekanan kelompok-kelompok tersebut.

‎Kepada media, Feris brewok mengungkapkan rasa muaknya terhadap oknum-oknum ormas yang kerap bertindak layaknya preman dan meresahkan masyarakat di Surabaya. Menurutnya, sudah saatnya aparat keamanan mengambil tindakan tegas tanpa ada rasa ragu atau takut.(04/07/2026)

‎”Saya sudah muak dengan ormas-ormas yang ada di Kota Surabaya, terutama para preman yang mengatasnamakan ormas. Petugas atau aparat tidak boleh takut dengan ormas, karena kami sebagai warga negara membayar pajak bukan untuk kemakmuran ormas, tetapi agar aparat bekerja sebagaimana mestinya menjaga keamanan dan ketertiban,” ujar Feris brewok dengan nada geram.

‎Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pemerintah dan aparatur negara memegang mandat penuh dari rakyat untuk menegakkan hukum. Oleh karena itu, ia meminta agar instansi terkait tidak boleh merasa terintimidasi oleh pengerahan massa atau tekanan dari pihak manapun.

‎”Sebagai warga negara Indonesia, saya menekankan kepada pihak pemerintahan maupun aparatur negara: jangan pernah merasa terintimidasi dengan ormas. Laksanakan tugas dan tanggung jawab kalian sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) serta tindakan yang terukur,” tegasnya.

‎Pernyataan keras ini bukan tanpa risiko. Namun, Feris brewok mengaku siap menghadapi segala konsekuensi demi tegaknya hukum dan hilangnya praktik premanisme berkedok ormas di kota pahlawan tersebut.

‎”Kalau pun harus ada yang jadi tumbal (demi tegaknya keadilan ini), saya siap ditumbalkan,” pungkasnya menyudahi pernyataan.

‎Hingga berita ini diturunkan, gelombang desakan agar pihak kepolisian dan Pemkot Surabaya menertibkan ormas-ormas yang kerap melakukan aksi premanisme di jalanan atau ruang publik terus bergulir dari berbagai elemen masyarakat.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

*) Oleh : Ayad

Comment

  • Sya sngat setju skleeee,,, ormas diganti orman (organisasi preman) wae, sak iki akeh wong sok jago pdhal otot karo otak e kopong raono isine 🤣🤣🙏 ,,,,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *