‎Kadinkes Kota Surabaya Angkat Bicara ; Polemik Khitan Gratis Surabaya Clear

‎Kadinkes Kota Surabaya Angkat Bicara ; Polemik Khitan Gratis Surabaya Clear

‎Kadinkes Kota Surabaya Angkat Bicara ; Polemik Khitan Gratis Surabaya Clear
peristiwaterkininews.com,

SURABAYA — Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Surabaya Dr. Billy Daniel Messakh, Sp.B.,FINACS., FICS angkat bicara meluruskan polemik kegiatan khitanan massal yang sempat memicu keresahan warga. Kadinkes menegaskan persoalan tersebut murni disebabkan miskomunikasi dan sudah tuntas sejak Senin (07/09/2026).

‎“Sebenarnya masalah ini sudah selesai dan salah paham saja. Hari Senin kemarin masalah sudah clear, bahkan uang tersebut sudah dikembalikan ke takmir masjid selaku panitia penyelenggara,” ujar Kadinkes, Selasa (08/09/2026).

‎Kadinkes mengungkapkan, dana pengembalian ke pihak panitia tersebut berasal dari hasil patungan atau urunan para dokter dan pegawai puskesmas. Selain menyelesaikan selisih dana, Kadinkes juga melayangkan teguran kepada jajaran puskesmas.

‎“Lain kali harus lebih terang lagi dalam menyampaikan sesuatu agar tidak terjadi miskomunikasi,” tegasnya.

‎Duduk Perkara, acara bakti sosial tersebut sejatinya berlangsung pada Sabtu (05/09/2026) di Masjid Roudlotul Jannah, Jalan Wonorejo II, Kelurahan Manukan Kulon, Kecamatan Tandes, dengan diikuti oleh 13 anak.

‎Panitia dari Yayasan dan Takmir Masjid terkejut lantaran kegiatan yang semula disosialisasikan bebas biaya mendadak mendapati nota tagihan sebesar Rp300.000 per anak seusai tindakan medis.

‎Berdasarkan hasil forum klarifikasi, terjadi perbedaan pemahaman dari Pihak takmir masjid dan pihak puskesmas.

‎‎Takmir Masjid menangkap informasi awal bahwa biaya yang diperlukan hanyalah Rp100.000 per anak untuk operasional medis seperti pembelian kasa dan perlengkapan pendukung.

‎Dan Pihak Puskesmas mengklaim sudah menyampaikan estimasi biaya resmi sebesar Rp300.000 per anak sebelum hari H.

‎Pihak puskesmas menerangkan bahwa dari total tagihan Rp300.000 per anak, dana sebesar Rp200.000 telah terinput ke kas daerah sehingga secara sistemik tidak dapat ditarik kembali.

‎‎Hal inilah yang mendorong tenaga medis dan pegawai puskesmas berinisiatif patungan mengembalikan dana kepada panitia dan tetap menjaga keharmonisan.

*) Oleh : Frs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *