BLITAR – Dalam upaya membangkitkan potensi wisata berbasis budaya, tim dosen Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar rangkaian pelatihan dan workshop strategis bagi para penggiat Kampung Wisata Budaya (KWB) Papoh, Sukosewu, Blitar.
Ketua tim dosen, Fitri Norhabiba SIKom MIKom, menerangkan bahwa kegiatan ini dirancang khusus untuk memperkuat identitas visual dan digital desa wisata tersebut. Salah satu tujuannya yakni, mendorong KWB Papoh agar mampu bersaing di kancah nasional.
“KWB Papoh sendiri merupakan permata tersembunyi di wilayah Gandusari yang mengitari dua peninggalan sejarah penting. Yakni, Candi Kotes dan Candi Sukosewu,” tuturnya, Senin, 27 April 2026.
Berpusat di kawasan bersejarah situs Candi Sukosewu, pelatihan ini menyasar para pengelola lokal guna membekali mereka dengan keterampilan komunikasi digital yang mumpuni.
Rangkaian workshop yang berlangsung pada Jumat, 24 April 2026 tersebut menghadirkan tiga pakar komunikasi UNESA. Mereka membedah strategi promosi dari berbagai sudut pandang.
Di antaranya yakni, Puspita Sari Sukardani ST MMedKom memaparkan teknik pemanfaatan platform sosial sebagai ujung tombak branding di era digital.
Lalu, Dr Vinda Maya Setianingrum SSos MA yang mengajak peserta mengevaluasi nilai jual desa dan merumuskan narasi unik yang menjadi ciri khas KWB Papoh. Juga Fitri Norhabiba SIKom MIKom yang memberikan pendampingan teknis mengenai pemanfaatan Google Business Profile agar lokasi wisata ini lebih mudah ditemukan oleh wisatawan mancanegara maupun domestik.
Sementara itu, Ketua penggiat KWB Papoh, Drs H Boimin MPd, menyambut positif inisiatif akademisi ini. Ia berharap sinergi ini menjadi titik balik bagi kemajuan ekonomi kreatif di desanya.
“Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti di sini. Dengan penerapan materi yang telah diberikan, potensi besar yang dimiliki KWB Papoh bisa semakin dikenal luas dan menarik lebih banyak pengunjung,” ujar Boimin.
Sebagai penutup, kegiatan ini diakhiri dengan sesi ramah tamah sembari mencicipi sayur kelingking, kuliner khas Papoh yang autentik. Hidangan tradisional ini tidak hanya menjadi suguhan, tetapi juga simbol kekuatan budaya lokal yang siap dipasarkan sebagai daya tarik wisata kuliner yang unik bagi para pelancong.
Kini, KWB Papoh memiliki 7 destinasi wisata yang dapat dinikmati keindahan alam dan budayanya. Di antaranya Edukasi Candi Kotes, Edukasi Omah Wayang, Seni Tongkir, Omah Telo, Edukasi Situs, Outbond, dan Ngeliban.
Tak hanya itu, guna menunjang produktivitas pengunjung, KWB Papoh dilengkapi sejumlah fasilitas yang memadai. Mulai dari kafetaria, aula pertemuan, musala, instruktur, kamar mandi, tim kesehatan, dan dokumentasi. Adapun paket perjalanan wisata dibanderol mulai dari Rp30 ribu hingga Rp40 ribu. (*)
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!
